TREIndonesia

3 Fakta Mekanisme Sakit Maag Disebabkan STRES

05 March 2021

Sakit maag ternyata tak selalu dikarenakan pola makan yang tidak teratur. Kondisi psikologis juga memiliki peranan besar dalam memicu kondisi lambung.

Gastritis atau yang dikenal dengan maag merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut. Umumnya seseorang yang mengalami sakit maag, akan merasakan nyeri atau rasa tak nyaman pada perut bagian atas atau sekitar ulu hati.

Selain itu bisa juga timbul keluhan-keluhan lain seperti:

  • Kembung, 

  • Mual,

  • Muntah,

  • Cepat kenyang,

  • Nafsu makan yang berkurang,

  • Sering sendawa.

Mengapa bisa terjadi peradangan pada lambung (Gastritis)? Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pikiran atau stres. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ada beberapa mekanisme stres menyebabkan sakit maag, antara lain:

  1. Para ahli menemukan bahwa stres dapat merangsang area tertentu pada otak yang meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri, termasuk nyeri ulu hati. Meskipun asam lambung tidak begitu meningkat, namun bagi orang yang sedang stres hal ini akan terasa lebih sakit.

  2. Stres dapat menurunkan kadar hormon prostaglandin yang memiliki fungsi membantu memperkuat barier yang melindungi lapisan lambung dari asam lambung.

  3. Stres berpengaruh terhadap sistem saraf simpatis yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga berkurangnya pasokan darah yang kemudian merusak sel-sel lapisan mukosa.

Stres juga hanya akan memperlambat penyembuhan penyakit maag. Walaupun begitu, belum ada bukti bahwa stres psikologis atau kecemasan menyebabkan maag, namun stres mungkin akan memperburuk kondisi penyakit tersebut.

Stres memang sulit untuk dihindari, tetapi bisa dikendalikan. Selain pengobatan medis, mengendalikan stres menjadi faktor utama mencegah dan mengatasi kekambuhan sakit maag. Di samping itu, melakukan olahraga atau kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti hobi, dapat membantu meringankan beban pikiran dan mengurangi stres.