TREIndonesia

Alasan Kita Perlu Hindari WFH di Tempat Tidur

03 April 2021

Tak sedikit pekerja ataupun pelajar memilih untuk menjalani aktivitas kerja atau belajar adalah tempat tidur dan biasanya tempat yang paling asyik bahkan dalam waktu yang lama. Tapi, ini perlu dihindari lho. Kenapa?

Ada beberapa alasan kenapa orang memilih menjalani aktivitas di tempat tidur? Hal ini karena lebih fleksibel, tempat paling nyaman, hingga bisa dilakukan sambil rebahan dan menikmati camilan kesukaan. Padahal, kerja atau belajar di tempat tidur itu tidak baik lho, sebab dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Ada beberapa alasan mengapa kerja atau belajar di tempat tidur tidak baik untuk kesehatan:

Penelitian mengatakan, bekerja dari tempat tidur berdampak negatif pada kesehatan, salah satunya karena kecenderungan membungkuk dan ini bisa mempengaruhi tulang belakang.

Bekerja dari tempat tidur cenderung mengaburkan batas antara bekerja dan tidur. Dan ini juga berhubungan dengan bagaimana otak mengaitkan lokasi dengan perilaku tertentu. Duduk di tempat tidur sambil bekerja juga dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda, kata psikolog Charlotte Armitage.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan bila keseringan menerapkan kebiasaan kerja atau belajar di tempat tidur...

• Mempengaruhi kualitas tidur

Idealnya, tempat tidur diperuntukan untuk tidur. Sangat umum, jika orang mengalami nyeri leher dan bahu akan sulit tidur. Otot-otot tidak mendapatkan kesempatan untuk rileks dan menyebabkan kontraktur dan pada akhirnya akan sulit tidur, menurut Dr. Raghavendra KS, konsultan sendi dan ahli tulang belakang dari Fortis Hospital, Kalyan & Mulund di India.

• Menurunkan produktivitas

Bekerja di tempat tidur pada dasarnya bersifat kontraproduktif. Kita tahu, kasur adalah tempat untuk beristirahat. Ketika ingin bekerja di tempat tidur, kita akan merasa lebih malas. Di samping itu, hingga membuat kita kurang produktif.

• Mempengaruhi postur tubuh

Studi tahun 2015 dalam Asian Spine Journal menjabarkan jika postur tubuh buruk, maka akan menimbulkan rasa sakit dari waktu ke waktu. Hal tersebut tentunya akan berdampak pada kualitas tidur dan bisa merambah pada penyakit muskuloskeletal.

• Mempengaruhi suasana hati dan tingkat energi

Kamar tidur cenderung memiliki intensitas penyinaran yang lebih gelap dari ruangan lain. Biasanya lebih sedikit jendela atau kebiasaan menutup tirai. Sementara, sinar matahari merupakan elemen alami penguat suasana hati dan dapat membantu meningkatkan energi.

• Menjadi tidak higienis

Ketika bekerja di atas tempat tidur, kita pasti memakai laptop, buku catatan, smartphone, dan dokumen- dokumen penting lainnya. Barang-barang tersebut mungkin saja menyimpan bakteri atau kuman, yang kemudian dapat menempel pada kasur.