TREIndonesia

Alasan Sulit Menatap Mata Lawan Bicara Saat Ngobrol

27 December 2020

Terkadang kita menundukkan kepala bahkan mencari-cari pandangan lain demi tidak menatap matanya. Tapi, apa alasan sebenarnya?

Mungkin beberapa diantara kita, sulit untuk menatap mata lawan bicara ketika ngobrol. Sebenarnya, tatapan mata memang menjadi salah satu alat komunikasi yang efektif. 

Dengan saling bertatapan, kita bisa menyampaikan maksud pembicaraan sekaligus membaca ekspresi, emosi lawan bicara kita. Selain itu, bertatapan juga punya fungsi untuk memastikan bahwa lawan bicara kita benar-benar fokus mendengar apa yang kita bicarakan.

Namun, berbeda halnya dengan seseorang yang sulit atau menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Dalam jurnal Scientific Reports pada tahun 2015, para ahli mencatat bahwa pada sebagian orang, kontak mata bisa membuat area otak tertentu jadi overaktif. Area otak ini dikenal dengan istilah sistem subkortikal. 

Sistem otak ini bertugas untuk mengenali serta menerjemahkan ekspresi wajah orang lain, termasuk lewat tatapan mata. Bagi orang yang sensitif, bagian otak ini tiba-tiba menerima rangsangan saraf yang berlebihan ketika dihadapkan dengan tatapan mata seseorang. Rupanya, ini banyak terjadi pada spektrum autisme. Dan, ada juga alasan kenapa seseorang sulit menatap mata lawan bicara saat percakapan...

1. Malu

2. Tidak percaya diri

3. Merasa bahwa kurang pandai memulai pembicaraan

4. Memikirkan hal buruk yang orang lain pikirkan tentang kita

5. Bisa karena berbohong

6. Bosan

7. Tidak menyukai lawan bicara

8. Kondisi kesehatan mata, seperti sakit mata

Apa yang harus dilakukan agar nyaman dalam bertatapan saat berbicara?

Jika merasa kurang nyaman bertatapan langsung, cobalah memilih posisi ngobrol yang lebih nyaman. Misalnya, mungkin dengan duduk bersebelahan dengan lawan bicara. Di samping itu, tentu bertatapan itu juga perlu ya. Apalagi saat melakukan wawancara. Untuk itu, cobalah ikuti langkah-langkah di bawah ini:

- Mulailah kontak mata sejak awal pembicaraan meski belum dimulai inti pembicaraannya. Ini akan membuat Anda terlihat lebih percaya diri dan menghargai lawan bicara.

- Terapkan aturan 50/70. Jaga kontak mata dengan proporsi 50% ketika berbicara dan 70% ketika mendengarkan.

- Tahan kontak mata selama 4-5 detik. Disarankan untuk memutus kontak mata setiap 4-5 detik sekali.

- Dan alihkan pandangan dengan perlahan.