TREIndonesia

Bagaimana Bisa Seseorang Jadi Marah Luar Biasa Cuma Karena Panik atau Rasa Takut?

22 March 2021

Sejumlah hal tersebut bisa menjadi penyebab seseorang kerap merasa marah secara terus-menerus dan ternyata marah bikin menjadi-jadi karena panik. Hal itu bisa terjadi karena apa, ya?

Amarah adalah emosi dasar manusia. Saat seseorang merasa marah, tubuhnya akan melepaskan adrenalin yang dapat meningkatkan ketegangan otot dan mempercepat pernapasan. Marah yang tidak disalurkan dengan tepat akan mengakibatkan berbagai dampak pada fisik dalam jangka panjang.

Berdasar sebuah penelitian, seseorang bakal menunjukkan kemarahan ketika keberadaan, imaji, atau ego yang dimilikinya terancam. Seseorang juga bisa menunjukkan ketakutan melalui kemarahan ketika merasa panik terhadap kondisi yang membuat dirinya terancam, misalnya ketika seseorang buru-buru berangkat ke kantor tapi kondisi di jalanan sangat macet dan membuat mereka panik akan telat meeting kerja atau wawancara kerja.

Kenapa bisa terjadi?

Pada dasarnya kepanikan merupakan bagian dari emosi kuat yang datang dari persepsi individu terhadap segala hal yang membuat takut dan marah. Emosi-emosi tersebut tersimpan di pikiran bawah sadar dan tanpa disadari dievaluasi oleh pikiran individu. 

Akibatnya, 'sistem evaluasi emosional tersebut' membajak kompleks pikiran maupun tubuh individu. Hal ini yang membuat seseorang mengalami freak out, dimana kondisi seseorang kehilangan ketenangan atau bagian dari rasa takut ataupun kemarahan yang luar biasa.

Freak out dapat berlangsung selama beberapa saat ketika seseorang telah bertemu dengan pemicunya, berupa keadaan eksternal, perasaan internal, pikiran, memori, kekhawatiran, dan apapun yang diprogram di otak bawah sadar.

Pemicu-pemicu tersebut diidentifikasikan sebagai ancaman sehingga menyebabkan seseorang mengalami respon rasa takut. Di dalam otak, ada sebuah struktur yang disebut amigdala, yang memiliki kemampuan untuk merekam setiap pengalaman yang pernah dialami dan mencatat setiap kejadian dalam emosi yang signifikan.

Saat seseorang berada dalam kondisi yang membuat dirinya tertekan secara mental dan fisik, seseorang bakal lebih rentan marah-marah.

"Meskipun sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu menjengkelkan, jika Anda sedang merasa cemas, maka akan menyebabkan reaksi yang berlebihan atau bahkan membuat Anda meledak-ledak," kata Jeffrey Deitz, MD, seorang spesialis psikiatri di Fairfield County, Connecticut.

Jika kamu mengalami hal ini, coba lakukan beberapa tips ini:

  • Tarik nafas panjang, keluarkan perlahan dan diulangi beberapa kali hingga kamu merasa lebih tenang

  • Mengalihkan fokus ke hal-hal lain seperti musik, camilan, atau kegiatan-kegiatan yang disukai

  • Menurunkan bahu, biasanya postur tubuh cenderung lebih tegang ketika marah atau takut. Cobalah untuk melemaskan bahu dengan memutarnya beberapa kali hingga tubuh menjadi rileks.