TREIndonesia

Beginilah Bahaya dari Pikiran dan Emosi Negatif Bagi Fisik

27 February 2021

Bagi orang yang memiliki kesehatan emosional yang baik cenderung menyadari pikiran, perasaan, dan perilaku mereka. Namun, sebaliknya akan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik.

Setiap orang tentu pernah mengalami perasaan emosi. Kita tahu bahwa, pikiran memiliki koneksi dengan tubuh. Misalnya, ketika kita stres, tubuh akan mengalami gejalanya seperti sakit perut.  Mengatasi emosi yang dirasakan bukan hal mudah bagi setiap orang. Apalagi berusaha untuk tidak menunjukkan emosi tersebut di depan banyak orang.

Tapi, kondisi emosi yang baik juga membuat kita lebih memahami bagaimana cara mengatasi stres. Kita juga cenderung merasa nyaman dengan diri sendiri dan memiliki hubungan sehat dengan orang lain saat emosi kita dalam kondisi normal.

Terkadang, banyak kejadian dalam hidup yang dapat mengganggu kesehatan emosi kita. Bagaimanapun, emosi merupakan hal yang wajar dan seharusnya tidak dihindari. Ketika pikiran mencoba menggagalkan emosi yang berlebihan, otak akan memberi tekanan pada pikiran dan tubuh yang menimbulkan tekanan pada psikologis. 

Bukan hanya penyakit mental, menahan emosi juga bisa menimbulkan masalah fisik seperti penyakit jantung, masalah usus, sakit kepala, insomnia, gangguan autoimun dan lainnya. Sebab, pikiran dan emosi memiliki efek luas pada tubuh seperti metabolisme, pelepasan hormon dan fungsi kekebalan tubuh.

Ada satu teori yang membuktikan hal ini, yaitu "ketika Anda stres atau tertekan, kadar kortisol meningkat, membuat sistem kekebalan tubuh kurang mampu mengendalikan peradangan. Seiring waktu, hal ini dapat menimbulkan penyakit."

Para ahli saraf juga mengatakan, semakin banyak seseorang mengalami emosi, maka semakin banyak kecemasan yang mereka rasakan. Emosi dipicu di otak tengah yang mengirimkan sinyal ke jantung, paru-paru, dan usus. Sinyal tersebut akan mempersiapkan tubuh untuk melakukan tindakan dalam upaya bertahan hidup.