TREIndonesia

Berbaring Setelah Makan Tidak Boleh! Ini Dampaknya..

06 April 2021

Kita sering tak menyadari hal-hal tidak boleh dilakukan setelah makanan karena dapat memberikan dampak. Apa dampaknya?

Banyak yang mengatakan bahwa berbaring setelah makan akan membuat tubuh gendut dan perut buncit. Faktanya, tidur setelah makan hanya akan menambah beban kerja pencernaan dan merusak kualitas tidur. 

Sebab, dapat membuat tubuh kita bekerja keras untuk mencerna makanan terakhir yang masuk ke perut dan hal tersebut dapat menyebabkan masalah. Tak hanya gangguan pencernaan, berbaring setelah makan juga dapat berisiko stroke dan bisa mengganggu siklus alami tubuh. 

Benarkah demikian? 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Annisa Maloveny menjelaskan, beberapa dampak buruk kebiasaan tidur setelah makan terhadap kesehatan.

Kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gastroesophageal reflux disease atau Gerd. Ketika kita tidur produksi saliva atau air liur akan berkurang. Padahal, saliva akan membantu makanan turun ke bawah ke kerongkongan, menurunkan asam, memperbaiki motilitas, hingga memperlancar pencernaan.

Jika kerap berbaring setelah makan, berarti seseorang tidak lagi mendapatkan manfaat gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di tempatnya. Asam lambung dan sisa-sisa makanan dapat naik ke dada dan kerongkongan saat tubuh dalam posisi berbaring atau tertidur. 

Beberapa dampak kesehatan lain yang bisa dirasakan jika berbaring setelah makan:

  • Mulas

  • Rasa panas di dada

  • Berat badan naik

  • Terjadi refluk asam, dan

  • Stroke

Maka, para pakar merekomendasikan untuk menunggu selama 2 hingga 3 jam sebelum benar-benar pergi tidur atau berbaring.