TREIndonesia

Bermimpi Dalam Mimpi? Tanda Kondisi Tubuh Sedang….

09 May 2021

Mimpi, lalu bangun tapi ternyata masih berada dalam mimpi. Pernah mengalami hal itu?

Bermimpi dalam mimpi biasanya dinamakan false awakening dan terjadi ketika kita sedang bermimpi dalam tidur, kemudian kita merasa sudah bangun padahal keadaan kita masih sedang tertidur. Hal ini masih wajar terjadi. Kok bisa terjadi false awakening? 

Jadi, false awakening terjadi ketika otak berada dalam keadaan sadar dan tidur secara bergantian. Tidur merupakan suatu proses yang dinamis. Selama kita tidur, otak kita tetap bekerja, dibuktikan dengan aktivitas listrik otak yang dapat diamati dengan alat elektroensefalogram. 

Hal ini yang memungkinkan terjadinya mimpi. False awakening biasanya berkaitan dengan kondisi-kondisi gangguan tidur dan gangguan psikologis. Inilah makna terjadinya false awakening:

  • Tubuh mengirimkan sinyal lelah

  • Pertanda frustasi, dan

  • Tanda kesadaran spiritual 

Berdasarkan sebuah penelitian, false awakening biasanya terjadi setelah seseorang mengalami lucid dream. Yaitu mimpi yang bisa kita sadari bahwa kita sedang bermimpi, bahkan bisa kita kendalikan.

Hal-hal dalam mimpi biasaya aktivitas rutin dilakukan seseorang ketika bangun tidur, misalnya sarapan, memilih pakaian, memasak, olahraga, atau pergi ke kantor. Hampir semua orang pernah mengalami false awakening. Dan tentu, ini tak baik untuk kesehatan tubuh, karenanya sebaiknya kita selalu berupaya untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, yakni:

  • Perhatikan waktu makan dan minum sebelum tidur. Sebaiknya, makanlah 4 jam sebelum tidur, ini membuat kondisi perut lebih tenang saat tidur.

  • Buat kondisi kamar senyaman mungkin. Dengan membuat kamar menjadi gelap, sejuk, nyaman dan tenang, ini akan bisa memberi sinyal ke otak bahwa sudah saatnya tidur.

  • Relaksasi. Ini dapat membantu agar tubuh merasa lebih rileks dan dapat tidur dengan tenang.

  • Batasi waktu tidur siang. Jika ingin tidur siang, sebaiknya batasi sekitar 10-30 menit.

Namun, jika sering muncul dan dapat mengganggu kualitas tidur seseorang atau bahkan menimbulkan gangguan cemas, perlu membutuhkan penanganan khusus oleh tenaga ahli.