TREIndonesia

Bisakah Terlalu Sering Marah Bikin Sakit Kepala?

12 January 2021

Kesehatan emosi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Salah satunya, jika seseorang terlalu sering marah maka akan memicu timbulnya masalah kesehatan tubuh.

Mungkin ada yang pernah mengalami sakit kepala setelah marah-marah. Faktanya, kemarahan memang dapat memberikan efek buruk bagi tubuh, salah satunya sakit kepala. Kemarahan yang berlangsung selama beberapa detik dapat menyebabkan tekanan secara fisik dan psikis. 

Kenapa marah bisa menyebabkan sakit kepala?

Sebenarnya, kemarahan bukanlah penyebab langsung dari sakit kepala itu sendiri, melainkan penyebab sekunder karena kondisi tubuh saat sedang marah. Ketika marah, pembuluh darah di otak akan berdenyut secara tidak teratur sehingga menyebabkan sakit kepala. Dan juga otot-otot menjadi tegang serta otak melepaskan zat kimia yang dapat menyebabkan ledakan energi.

Terlalu emosional dapat meningkatkan tekanan darah, jantung berdetak lebih cepat, nafas menjadi cepat aliran darah meningkatkan ke lengan, kaki dan wajah yang membuatnya menjadi memerah, otot yang lentur menjadi tegang dan pikiran bekerja lebih keras dari biasanya.

Adapun jenis sakit kepala karena marah:

Sakit kepala dengan saraf dan otot yang tegang

Inilah yang paling umum terjadi saat yang membuat sakit kepala terasa menegang. Hal ini ditandai dengan rasa sakit yang menusuk disertai tegangan otot di daerah leher, kepekaan  terhadap cahaya dan suara.

Migrain

Umumnya migrain lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit kepala karena adanya peradangan saraf dan otot leher. Migrain bisa sangat mengganggu aktivitas. Gejala yang mungkin dirasakan, seperti mual, muntah, dan penglihatan yang kabur.

Tidak ada cara khusus untuk mencegah sakit kepala akibat marah, tergantung bagaimana seseorang tersebut dapat mengendalikan kemarahannya. Tak ada salahnya untuk mencoba menenangkan diri seperti menarik napas dalam-dalam, mengalihkan perhatian atau relaksasi.