TREIndonesia

Bukan Menurunkan Berat Badan, Begadang Malah Bisa Berat Badan Naik

05 January 2021

Mungkin beberapa orang sudah rajin berolahraga karena ingin diet tapi masih kesulitan untuk menurunkan berat badan. Hal ini, mungkin bisa disebabkan pola tidur yang tidak teratur.

Pola tidur yang tidak teratur bisa mempengaruhi kualitas tidur seseorang yang kurang baik, termasuk salah satunya kebiasaan begadang.

Mengapa demikian?

Studi yang dilakukan di Finlandia terhadap 2.000 responden menemukan bahwa orang yang memiliki tidur cukup rata-rata lebih mampu mengontrol nafsu makannya. Sebaliknya, mereka yang kurang tidur cenderung memiliki nafsu makan lebih tinggi.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa sering begadang membuat keinginan seseorang untuk makan makanan manis menjadi lebih tinggi. Saat sarapan pun mereka juga cenderung lebih memilih makanan tak sehat.

Begadang hampir setiap malam dapat mempengaruhi nafsu makan keesokan harinya, atau sesaat setelah bangun tidur. Akibatnya, orang yang sering begadang cenderung ngemil sepanjang waktu dan makan berlebihan. Otak terlalu lelah untuk memberikan sinyal kenyang.

Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti asal Northwestern Medicine menemukan bahwa orang yang tidur larut akan mengkonsumsi 248 kalori lebih banyak dalam sehari, terutama saat makan malam. 

Begadang juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Selain menaikkan berat badan, terbiasa begadang juga rentan mendatangkan depresi, dan dapat mempengaruhi suasana hati seseorang keesokan harinya, sehingga menyebabkan seseorang sulit tidur. 

Untuk itu, para peneliti menyarankan agar orang-orang lebih memperhatikan kebiasaan tidurnya dengan tidak begadang sehingga tidak mengganggu pola makan sehat. Dan National Sleep Foundation merekomendasikan tidur setidaknya tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar kesehatan fisik maupun mental terjaga dengan baik.