TREIndonesia

Cintai Alam Kita dengan Gaya Hidup Zero Waste ‘Diet Kantong Plastik’

29 January 2021

Tak hanya polusi udara, masalah terbesar yang mengancam lingkungan hidup adalah banyaknya limbah sampah. Perlunya, kesadaran kita untuk menangani hal tersebut.

Aktivitas manusia semakin beragam setiap harinya. Di samping itu, semakin banyak pula barang dan produk yang dibutuhkan. Terkadang kita tidak menyadari jika kita membeli barang sama saja menghasilkan sampah, terutama barang sekali pakai.

Misalnya, kantong plastik bekas belanjaan, sedotan plastik, sendok makan plastik dari berbagai makanan kotak, dan lainnya. Barang-barang plastik  tersebut, pada akhirnya akan menjadi sampah tidak terurai yang menggunung dan mengancam kondisi lingkungan.

Saat ini, lautan dan sungai sudah tercemar, serta miliaran ton tumpukan sampah yang dihasilkan manusia tidak bisa terurai atau didaur ulang. Melihat kondisi saat ini, apa yang bisa kita lakukan?

Kita bisa mulai menjalani gaya hidup 'zero waste', atau dikenal gaya hidup minim sampah. Dengan gaya hidup zero waste, kita bisa melakukan suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahan membuat kompos sendiri.

Gaya hidup zero waste bertujuan untuk membuat sistem di mana semua sumber daya dapat dikembalikan sepenuhnya ke alam. Sebenarnya, gaya hidup zero waste tidaklah sulit.

Sebagai permulaan, kita bisa memulainya di rumah atau lingkungan kita. Cara paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan menerapkan diet kantong plastik. Misalnya, dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan berulang. 

Kita juga bisa membersihkan dapur dengan  memakai kain sebagai alat bersih-bersih daripada tisu. Dengan demikian, kita sudah mengurangi sampah tisu dan juga mengurangi pemakaian plastik yang berbahaya bagi alam.