TREIndonesia

Efek yang Timbul Saat Kesulitan Mengendalikan Emosi dari Rasa Cemas Berlebihan

25 January 2021

Sulit mengendalikan perasaan cemas yang dirasakan, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menimbulkan efek bagi fisik juga.

Rasa cemas bisa dialami oleh siapa saja jika sedang dalam kondisi tidak stabil, baik secara emosi maupun suasana hati. Tanpa disadari, kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan tubuh menjadi sakit secara fisik. 

Bagaimana caranya?

Rasa cemas bisa muncul dari berbagai kombinasi dan faktor-faktor emosi seseorang. Salah satunya bisa disebabkan oleh gagalnya saraf-saraf otak untuk mengontrol emosi dan rasa takut. Selama kecemasan terjadi, otak akan dipenuhi dengan hormon stres seperti kortisol dan neurotransmitter.

Misalnya, hormon norepinefrin yang dapat menyebabkan kesulitan mengatur emosi negatif, berpikir negatif berlebihan, dan membuat kesulitan untuk merasa rileks. Pada saat yang sama, amigdala yang merupakan pusat emosi otak, menjadi terlalu aktif dan secara konstan memberikan penilaian ancaman terhadap lingkungan. 

Dan biasanya, saat stres terjadi, tubuh akan mencoba untuk memulihkan keadaan tersebut. Namun, apabila rasa cemas terus meningkat dan menjadikannya berlebihan bahkan menimbulkan rasa takut, kecemasan justru dapat mempengaruhi fisik.

Adapun efek kecemasan yang mempengaruhi fisik, diantaranya:

Mengganggu  sistem pernapasan 

Ketika cemas, kita mengalami kondisi di mana pernapasan akan menjadi cepat dan pendek-pendek, atau terengah-engah dan menyebabkan rasa pusing dan lemas.

Respon kardiovaskular

Saat merasa cemas, detak jantung akan berdetak lebih cepat yang membuat aliran darah ke otot menjadi lebih tinggi. Jika terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa memicu penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi, yang juga dapat mempengaruhi suhu tubuh.

Gangguan  fungsi kekebalan 

Ketika cemas, tubuh melepaskan banyak hormon kortisol yang bisa menyebabkan peradangan dan mematikan sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi. Itu sebabnya, orang yang mengalami gangguan kecemasan kronis rentan mengalami infeksi.

Gangguan sistem pencernaan

Hal ini karena peningkatan kortisol yang mengganggu sistem pencernaan dan juga hormon adrenalin yang bisa mengurangi aliran darah dan melemaskan otot perut. Akibatnya, kita bisa mengalami mual, muntah, dan diare, bahkan kehilangan nafsu makan.