TREIndonesia

Emosi Negatif Muncul di Pikiran Terus-menerus "RUMINASI"

11 October 2020

Kondisi ruminasi bisa membuat seseorang menjadi merasa tidak berharga dan kehilangan harapan.

Pernah merasa terperangkap dalam pikiran sendiri? Cenderung otak menyuruh kita memikirkan sesuatu hal terus menerus tanpa henti. Mungkin sebagian kita pernah mengalami hal ini. Biasanya, ini kerap disebut ruminasi, dimana terjadinya pengulangan secara terus-menerus kejadian di pikiran kita yang memunculkan emosi negatif.

Emosi negatif muncul berdasar respons kita terhadap suatu kejadian yang tidak menyenangkan sehingga muncul mood yang buruk. Cakupan emosi negatif adalah perasaan sedih, kehilangan, frustasi, kecemasan, kekecewaan, kemarahan, ketakutan dan lainnya. Inilah yang muncul dipikiran kita jika mengalami ruminasi. 

Ketika ruminasi terjadi, otak memainkan perannya dan jaringan saraf yang terdapat di otak akan membuat koneksi antar hal. Sehingga, saat kita memikirkan suatu kejadian, ingatan lain yang berhubungan dengan hal tersebut akan ikut muncul.

Berikut, beberapa alasan kenapa seseorang mengalami ruminasi menurut American Psychological Association, yaitu:

1. Mereka percaya bahwa dengan memikirkan atau merenungkan suatu hal secara terus-menerus, mereka akan mendapatkan wawasan terhadap hidup atau masalah yang sedang terjadi.

2. Memiliki riwayat trauma secara emosional maupun fisik.

3. Menghadapi stres berkepanjangan yang tidak bisa dikontrol.

Akan tetapi, ruminasi tidak selalu berdampak negatif bagi kita. Hasil penelitian Mohr dkk 2004) menyatakan, bahwa masalah dalam pekerjaan justru dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja. Selain itu, ruminasi juga memiliki korelasi positif dengan kesadaran akan pekerjaan dan komitmen kerja. Dan ini tergantung bagaimana kita menghadapi kondisi tersebut.

Setiap kejadian yang ada tentu membawa suatu pelajaran bagi diri kita. Adanya pemaknaan membuat kita menjadi dewasa secara emosional. Setiap emosi yang hadir mempunyai tujuannya sendiri. Kerelaan diri terhadap setiap kejadian memberikan kekayaan bermakna dalam menjalani hidup.

Agar terhindar dari dampak buruk ruminasi, kita bisa melakukan hal seperti: 

  • Menyibukkan diri pada kegiatan yang melahirkan pikiran positif, misalnya berolahraga, bersosialisasi dengan orang yang positif, maupun belajar relaksasi untuk merilekskan pikiran dan tubuh.

  • Fokus pada memecahkan masalah daripada sibuk menyalahkan diri sendiri.