TREIndonesia

Faktanya Daya Ingat Menurun Bisa Karena Kurang Tidur

15 June 2021

Bukan saja butuh waktu istirahat dan regenerasi untuk tubuh, tetapi tidur juga penting untuk kemampuan otak dan daya ingat.

Pentingnya tidur untuk kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tubuh perlu beristirahat setelah seharian melakukan kegiatan, bahkan jika sudah terasa melelahkan. Biasanya, akibat kurang tidur tidak hanya membuat seseorang menjadi lesu dan mengantuk sepanjang hari, tapi juga fungsi otak juga ikut merosot tajam sehingga dapat memicu munculnya beragam masalah kesehatan mental. 

Alasan kurang tidur bisa menurunkan daya ingat

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer Disease & Associated Disorders menemukan bahwa, kurang tidur membuat otak mengalami amnesia ringan. Stres adalah faktor utama yang mendasarinya. Ketika tubuh kurang tidur, maka kadar stres meningkat.

Hormon stres merusak sel-sel hipokampus, pusat mengelola memori di dalam otak dan menyebabkan kehilangan ingatan dan demensia. Tak banyak yang tahu bahwa tidur merupakan kegiatan detoks yang penting bagi otak, dan kurang tidur akan memberikan efek negatif berkurangnya konektivitas neuron di dalam hipokampus.

Ketika tidur nyenyak, otak merekam berbagai hal yang dipelajari dan dialami seharian ke dalam ingatan jangka pendek. Hal ini memungkinkan otak memproses dan menguatkan daya ingat secara optimal. Tidur juga membuat saraf-saraf otak yang menyimpan memori punya kesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga bisa bertugas dengan baik pada hari selanjutnya.

Masih ada lagi dampak kurang tidur yang bisa dirasakan, misalnya:

• Menurunnya performa

• Waktu reaksi terhadap sesuatu akan lebih lambat

• Pikiran inovatif dan kemampuan memecahkan masalah menurun

Tak hanya berimbas ke otak, tentunya kurang tidur juga dapat mempengaruhi berbagai macam organ, sistem tubuh lainnya serta mental. Maka, perbaiki kebiasaan dengan memperhatikan pola tidur agar tidur lebih nyenyak dan berkualitas.