TREIndonesia

Ingat! Jangan Biasakan Begadang, Karena Bisa Memicu Depresi

16 January 2021

Akibat kurang tidur ini tidak hanya membuat seseorang jadi lesu dan mengantuk sepanjang hari, tapi juga dapat mempengaruhi fungsi otak dan suasana hati hingga depresi.

Selama ini yang orang tahu, dampak dari kurang tidur atau begadang memberikan efek yang tidak baik untuk kesehatan. Begadang juga bisa dikaitkan dengan depresi dan gangguan kecemasan. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian terbaru yang menyebut bahwa orang yang tidur kurang dari delapan jam yang dianggap cenderung memiliki pikiran negatif yang berulang.

Pemikiran semacam itu bisa membuat orang-orang tersebut memiliki risiko lebih besar mendapat gangguan kecemasan atau depresi.

"Pemikiran negatif berulang ini relevan dengan beberapa gangguan yang berbeda seperti gelisah, depresi, dan lain-lain," ungkap Meredith Coles, co-author penelitian ini.

Di sisi lain, tanda dan gejala depresi termasuk:

  • Insomnia

  • Penurunan konsentrasi,

  • Kekurangan energi,

  • Perasaan putus asa,

  • Munculnya pikiran bunuh diri

Profesor Matt Walker, profesor ilmu saraf dan psikolog di University of California, Berkeley mengatakan, ketika kamu mengalami kurang tidur, bagian otak yang bernama amygdala mengalami peningkatan aktivitas sebesar 60 persen. 

Amygdala yang terlalu aktif mengakibatkan terjadinya penurunan kemampuan otak dalam mengontrol emosi. Jadi, ia percaya bahwa gangguan mental yang banyak terjadi disebabkan karena terlalu sering begadang. 

Lantas, apa kaitannya dengan depresi? 

Stres yang banyak ditemukan karena kecemasan dan beban pikiran yang berlebihan turut berperan sebagai penyebab terjadinya gangguan tidur. Stres yang tidak segera ditangani berujung pada depresi, ditambah lagi dengan insomnia yang menjadi dampaknya. Jadi, jika kurang tidur atau begadang dapat memberi kontribusi pada depresi dan gangguan cemas, maka dengan mengatasi gangguan tidur ini merupakan kunci untuk meringankan kondisi mental ini juga.

Menurut Dr. Alex Dimitriu, seorang psikiater, ahli tidur, dan pendiri Menlo Park Psychiatry dan Sleep Medicine Center mengatakan, Anda bisa mencoba hal-hal seperti mendapatkan jadwal tidur yang teratur, membatasi waktu layar, dan berlatih teknik relaksasi sebelum tidur terlebih dahulu. Dan bisa dengan mengubah pola hidup yang lebih sehat agar terhindar dari gangguan cemas maupun  depresi.