TREIndonesia

Kenapa Bisa Terjadi  Self-doubt? 

01 February 2021

Semua orang pernah mengalami keraguan dalam diri. Meragukan diri sendiri tentu bisa berpengaruh pada karier. Lantas, apa penyebabnya?

Perasaan ragu dan tidak merasa yakin pada diri sendiri atas kemampuan yang dimiliki yang muncul dari alam bawah sadar, dikenal dengan sebutan self-doubt. Terkadang, dalam kondisi tertentu, meragukan diri sendiri apalagi secara berlebihan akan dapat berdampak pada tingkat kepercayaan diri seseorang.

Setiap individu pasti pernah merasakan self-doubt, karena tidak terlepas dari berbagai aktivitas sehari-hari masing-masing individu. Mungkin bisa karena merasa tak sanggup melakukan beban pekerjaan atau merasa kinerja yang kurang baik.

Lantas, apa penyebab self-doubt?

Ada dua penyebab di balik perasaan ragu dan tidak percaya pada kemampuan diri, yakni:

  1. Inner voice

Masing-masing individu memiliki suara-suara dalam diri (inner voice). Diantaranya suara bersifat negatif seperti, kritikan destruktif, kata-kata yang mengingatkan pada kegagalan pada masa lalu, kesedihan dan kekecewaan di masa lalu.

Inilah yang mendasari rasa ketakutan berlebih hingga berujung pada keyakinan dalam memandang masa depan. Semakin sering kritik-kritik dari dalam diri sendiri ini muncul, semakin kepercayaan diri menurun yang berdampak pada sikap meragukan diri sendiri.  

  1. Perasaan tidak cukup baik

Selalu merasa bahwa diri tidak cukup pandai, tidak cukup beruntung dan lain sebagainya. Sehingga menganggap diri "tidak cukup baik" dan bisa menjadi lingkaran setan yang dapat memuncul perasaan ragu pada diri sendiri. Hal ini dapat membuat keterpurukan, perasaan yang semakin tertekan, dan semakin mempertanyakan kapasitas dan kemampuan diri. Akibatnya, individu yang mengalami hal tersebut, bisa juga menurunkan fungsi kognitif.

Sebenarnya, disinilah masalahnya. Bukan karena seseorang tidak cukup baik, tapi karena pikiran individu terus memaksa dirinya untuk berpikir seperti itu. Seseorang terjebak dalam pikiran negatif yang justru membentuk dirinya menjadi ‘tidak cukup baik’ tanpa berusaha menerima dirinya seutuhnya.

Meskipun demikian, tak selamanya meragukan diri sendiri merupakan hal negatif. Semua kembali pada bagaimana individu tersebut memandang keraguan. Dengan mencoba menerima segala pengalaman negatif yang ada, ubah mindset dan jadikan sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Ini justru akan dapat membantu seseorang, sebab seringkali mengarah pada introspeksi dan peningkatan kinerja.