TREIndonesia

Kok Bisa Pikiran Obsesif Itu Muncul?

15 February 2021

Setiap orang pasti memiliki pikiran negatif yang tidak menyenangkan. Namun sebagian besar orang dapat mengendalikan pikiran tersebut. Tapi, kenapa pikiran negatif suka muncul?

Seringkali pikiran negatif disepelekan, padahal hal tersebut dapat mempengaruhi suasana hati terutama pikiran negatif, misalnya pikiran negatif yang muncul dan tidak terkendali serta berulang atau dikenal pikiran obsesif.

Obsesif akan muncul saat pikiran seseorang  terus dikuasai oleh rasa takut atau kecemasan. Tak hanya mengganggu kehidupan dan aktivitas, pikiran negatif obsesif dapat menimbulkan masalah mental dan mempengaruhi kesehatan, seperti menurunnya daya tahan tubuh. 

Pikiran obsesif bisa menjadi kebiasaan buruk. Hal ini karena meningkatnya hormon stres (adrenalin dan kortisol) dalam dirinya, yang membuat tubuh dan otak stres, membuat napas dan denyut jantung meningkat cepat.

Semua ini akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional. seperti terobsesi untuk selalu mengecek HP atau media sosial, tak mau ketinggalan informasi apa pun.

Umumnya, tanda-tanda seseorang memiliki pikiran obsesif, yaitu:

  • Bersih-bersih, seperti cuci tangan berlebihan dan berulang-ulang

  • Menolak berjabat tangan 

  • Menata barang dengan cara yang tepat

  • Memeriksa sesuatu berulang-ulang

  • Makan dengan urutan spesifik

  • Terjebak pada kata-kata, gambar atau pikiran yang biasanya mengganggu dan tidak akan hilang dan bahkan mengganggu ketika tidur.

  • Mengulangi kata-kata 

  • Mengumpulkan barang tanpa nilai jelas

Cara mengatasi pikiran obsesif 

  • Kenali tanda-tanda kecemasan 

  • Buatlah perencanaan untuk tetap fokus dan mencari solusi

  • Lakukan relaksasi, atau hal yang disukai dan coba untuk rileks.

  • Lakukan aktivitas sehat yang dapat meningkatkan mood dan redakan cemas

  • Tetap melakukan kontak dengan teman dekat dan keluarga untuk membantu mengurangi rasa cemas berlebihan 

  • Jika perlu, minta bantuan tenaga ahli