TREIndonesia

Masih #RebahanAja. Awas, Nyeri Punggung!

22 January 2021

Yakin cuma lansia saja yang mengalami nyeri punggung? Ternyata, banyak juga lho orang-orang di usia produktif bahkan anak-anak yang merasakan nyeri punggung. Kok bisa, ya?

Salah satu penyebab umum saat ini adalah kebiasaan kurang bergerak alias rebahan. Rebahan menjadi salah satu pilihan anak muda ketika hari libur tiba. 

Perilaku kurang gerak atau rebahan merupakan segala kegiatan di luar waktu tidur, yang hanya memerlukan sedikit energi, dan akan menjadi kebiasaan atau gaya hidup, setelah dilakukan selama enam jam atau lebih dalam durasi yang lama.

"Kalau dilakukan dalam waktu yang lama, waktu yang panjang, bisa menjadi gaya hidup,” kata dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage.

Kekurangan aktivitas fisik tentu akan berdampak pada kesehatan individu. Punggung bagian bawah akan terasa sakit atau nyeri karena kebanyakan rebahan. Pasalnya, saat kita lama tidak melakukan aktivitas fisik, tubuh akan kehilangan kekuatan dan fleksibilitas otot. 

Seorang ahli menyebutkan, dalam seminggu kita bisa kehilangan 20-30 persen kekuatan otot, sehingga punggung bagian bawah terasa sakit. Akibatnya, untuk bangun dan beraktivitas biasa saja kita akan kesulitan. Hal ini lantaran punggung bawah kita terasa sakit.

Jika punggung terasa sakit atau nyeri, biasanya orang-orang maunya berbaring atau beristirahat hingga sakit yang mereka rasakan menjadi berkurang. Padahal, tetap aktif bergerak atau melakukan aktivitas ringan bisa mempercepat waktu penyembuhan. Misalnya, olahraga ringan seperti berjalan kaki justru bisa membantu pemulihan nyeri punggung.