TREIndonesia

Memanfaatkan Barang yang Tidak Dipakai, Bisa Jadi Bentuk Peduli Pada Lingkungan

14 April 2021

Penggunaan barang sekali pakai dan dibuang sembarangan dapat membuat lingkungan menjadi kotor dan tercemar.

Problematika saat ini yang sedang hangat-hangatnya menjadi isu selain polusi udara adalah permasalahan lingkungan hidup. Isu lingkungan hidup yang memberikan dampak buruk bagi bumi adalah sampah plastik.

Tak hanya mengancam ekosistem, tapi juga kesehatan manusia. Kebanjiran, wabah penyakit, makhluk hidup di air mati, salah satu bentuk akibat dari pencemaran lingkungan.

Terus, tindakan apa yang harus kita lakukan?

Demi mengejar mimpi menyelamatkan bumi, kita perlu menyadari sistem pengolahan sampah kita saat ini belum maksimal dan ditambah gaya hidup modern dan konsumtif. Untuk itu perlu tindakan peduli pada lingkungan dan dimulai dari kita sendiri dan lingkungan sekitar dengan menjalani gaya hidup nol sampah. Apa itu gaya hidup nol sampah?

Gaya hidup nol sampah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dengan cara mudah dan murah. Kita bisa memulainya dengan menolak penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, sulit terurai, dan tentunya hanya sekali pakai. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sampah.

Tapi, bagaimana dengan barang yang sudah dibeli dan dipakai?

Tenang saja, kamu bisa memanfaatkan barang yang sudah kamu miliki. Lalu, kamu dapat gunakan lagi dengan mendaur ulang kembali menjadi barang yang dapat digunakan. Misalnya, baju bekas bisa disulap menjadi kantong belanja kekinian, atau botol kaca bisa digunakan kembali untuk tempat bumbu dapur. 

Tapi, misalnya kamu tidak punya sedotan stainless atau bambu, itu tidak masalah. Malah ini lebih aman dan sehat, setidaknya kamu sudah meminimalkan kemungkinan masuknya kotoran atau mikroorganisme yang ada di sedotan. Pastikan juga kamu bisa mengajak orang sekitar kamu untuk melakukan hal positif ini sebagai tindakan dan bukti nyata.