TREIndonesia

Rambut Kerap Rontok Bisa Karena Stres Berkepanjangan

07 January 2021

Banyak hal yang dapat mempengaruhi rambut rontok, mulai dari kondisi kesehatan, hormon hingga stres. Nah, bagaimana bisa terjadi kerontokan rambut bisa muncul akibat stres?

Rambut rontok menjadi salah satu masalah yang kerap dialami terutama kaum wanita. Namun, faktanya, ternyata pria lebih mungkin untuk kehilangan rambut. Sebagian besar disebabkan karena kebotakan. Umumnya, rambut rontok yang berujung pada kebotakan terjadi secara alami karena penuaan. 

Bagaimana rambut rontok pada usia muda?

Rambut rontok bisa karena efek samping pengobatan, salah memilih produk perawatan, hingga stres berkepanjangan. Tapi menurut studi menunjukkan, stres adalah alasan umum wanita kehilangan rambutnya dan jumlah itu tampaknya tidak menurun.

"Para wanita kebanyakan mengeluhkan kerontokan. Dan kerontokan itu (sebenarnya) adalah tanda yang berasal dari stres," jelas dokter naturopati, Tess Marshall, ND, 

Sebenarnya apa hubungannya stres dengan kerontokan rambut?

Ketika kita stres, kelenjar adrenal akan menghasilkan kortisol dan ini akan memberi sinyal ke folikel rambut untuk 'bergeser' dari fase pertumbuhan, keluar dari fase pertumbuhan, lalu menjadi katagen atau fase transisi.

"Folikel rambut memiliki siklus hidupnya sendiri, pertumbuhan, transisi, istirahat dan rontoknya batang rambut. Stres mengubah persentase rambut pada tahap pertumbuhan dan menggesernya ke tahap istirahat, atau telogen,” ujar Dr. Julia Tzu, dermatologist sekaligus founder dan medical director Wall Street Dermatology.

Selain itu, ada juga yang menyebabkan rambut rontok, yaitu stres psikososial. Stres psikososial merupakan stres yang muncul karena ada rasa “tertekan” atau merasa terancam dari lingkungan sosial. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh, karena bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental. 

Ada tiga jenis kerontokan atau kebotakan rambut yang bisa muncul akibat stres:

Alopecia areata

Ketika tubuh mengalami masalah emosional, risiko munculnya alopecia areata menjadi lebih besar. Kondisi ini menyebabkan kebotakan akibat peradangan atau penyakit autoimun. 

Telogen effluvium

Dalam sehari, umumnya rambut akan rontok sebanyak 100 helai. Jika ada kondisi tertentu yang bisa membuat seseorang mengalami kerontokan lebih dari itu, dan biasanya penyebabnya disertai stres. 

Trikotilomania

Hal yang menyebabkan rambut rontok, biasanya juga karena kebiasaan menarik rambut tanpa disadari. Kebiasaan ini bisa merusak rambut dan mengakibatkan rambut botak karena terlalu sering ditarik.

Jadi, untuk itu kurangi stres dengan berlatih mengelola stres agar tubuh tetap terjaga dan rambut tetap sehat.