TREIndonesia

Saatnya Melawan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

23 August 2021

Kebiasaan menunda-nunda menangani suatu tugas atau pekerjaan sudah menjadi keluhan umum. Agar lebih produktif bekerja tanpa menunda, tentu ada cara mengatasinya.

Mungkin hampir setiap orang pasti pernah menunda suatu pekerjaan karena suatu hal. Tapi, jika dilakukan secara terus-menerus dan menjadi kebiasaan, maka kondisi ini sering disebut procrastination.

Faktanya, penundaan bisa melibatkan penipuan pada diri sendiri di mana pada tingkat tertentu tindakan dan konsekuensi yang akan diterima sudah disadari. Meski deadline telah mendekat dan hal yang harus dikerjakan tersebut bersifat high priority, tetap saja menunda mengerjakannya.

Biasanya, penyebab yang paling umum adalah kebosanan, kesulitan berkonsentrasi, kelelahan, kurangnya motivasi, hingga takut gagal. Ciri-ciri procrastination berikut ini:

  • Merasa bahwa menunda mengerjakan tugas dapat menjadi lebih baik karena ide atau tugas butuh waktu yang tepat.
  • Terlalu lama membuang waktu untuk memikirkan cara mudah melakukan pekerjaan.

  • Merasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk ‘mengkaji’.

  • Menempatkan diri pada pada posisi yang sulit.

  • Terlalu banyak memikirkan masa lalu.

  • Merasa ragu-ragu untuk melakukan sesuatu.

Dan alasan kenapa seseorang menunda suatu pekerjaan menurut Timothy Pychyl, profesor psikologi di Universitas Carleton, Ottawa, Kanada, mengatakan jika tugas yang dihadapi membuat frustasi atau bosan, maka menghindarinya bisa membuat lepas dari emosi negatif.

Dan juga procrastination sebagai perilaku lari dari tanggung jawab tugas yang menanti mereka. Tersimpan perasaan takut atau cemas, sehingga untuk mengurangi hal tersebut, mereka memilih melakukan kesenangan yang memberi kepuasan sementara (gratifikasi).

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? 

Tak perlu khawatir, mengatasi sifat suka menunda pekerjaan bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Membuat daftar prioritas

  2. Mengelola waktu dengan baik

  3. Menghargai usaha sendiri

  4. Mencari alasan agar termotivasi

  5. Realistis dan lakukan apa adanya

  6. Hentikan kebiasaan mulai bekerja di saat-saat terakhir

  7. Melakukan manajemen emosi seperti latihan relaksasi atau self-healing untuk melepaskan emosi-emosi negatif.