TREIndonesia

Sebenarnya, Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Dejavu?

29 March 2021

Hampir semua orang pernah merasakan dejavu. Perasaan familiar terhadap tempat, seseorang, bahkan peristiwa. Lantas, kenapa bisa terjadi?

Pernah perasakan perasaan aneh yang tiba-tiba dialami dan merasa ini bukan kejadian pertama kali. Biasanya, banyak orang menyebutkan itu adalah dejavu. Fenomena dejavu sering dialami banyak orang, yang seakan-akan ada ingatan masa lalu mengenai situasi saat ini yang mendadak muncul. 

Kondisi ini memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  • Merupakan suatu fenomena yang terjadi sekejap dan dapat timbul kapan saja.

  • Timbul secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi kapan akan datang.

  • Dejavu tidak dapat diciptakan.

  • Terjadi kapan saja, fenomena ini dapat terjadi pada saat memulai suatu percakapan, suatu kegiatan, atau mendatangi suatu tempat yang baru.

Banyak peneliti mengatakan, fenomena ini merupakan pengalaman berbasis ingatan dan disebabkan oleh pusat ingatan di otak. Dan berbagai penelitian juga menjelaskan bagaimana seseorang bisa mengalami dejavu. 

Beberapa penjelasan mengenai fenomena ini, antara lain:

1. Berhubungan dengan gangguan mental

Awalnya terdapat dugaan bahwa dejavu terkait dengan gangguan mental, seperti kecemasan, gangguan identitas disosiatif (sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian majemuk), dan skizofrenia. 

2. Berkaitan dengan usia dan stres

Menurut penelitian, dejavu lebih sering terjadi pada usia antara 15 - 25 tahun, dan umumnya akan berangsur menghilang seiring dengan pertambahan usia. Di samping itu, juga bisa dipicu oleh stres dan kelelahan. Penelitian yang sama juga mengungkap bahwa dejavu lebih sering terjadi pada malam hari dan akhir pekan.

3. Gangguan sinkronisasi informasi di otak

Beberapa peneliti menduga bahwa fenomena dejavu terjadi karena adanya ketidakcocokan suatu informasi di dalam otak ketika hendak membuat persepsi yang menyeluruh dari suatu peristiwa, di mana informasi yang ada terlalu sedikit, sehingga yang muncul adalah informasi samar antara input sensorik dan output memory-recall (mengingat kembali informasi dari kejadian lalu). 

4. Gangguan di lobus temporal medial

Penelitian lain mencurigai gangguan lobus temporal medial otak sebagai pemicu terjadinya dejavu. Karena lobus temporal ini, berperan dalam membuat dan menyimpan memori. Ketika ada gangguan pada aktivitas neural di bagian temporal otak, maka diduga terjadinya Dejavu.