TREIndonesia

Selain Istirahat, Tertawa Dapat Meredakan Sakit Kepala

06 February 2021

Tertawa telah diketahui dapat meningkatkan suasana hati, dan dapat membantu meredakan nyeri, salah satunya terhindar dari serangan sakit kepala.

Sakit kepala jadi salah satu gangguan yang dapat menghalangi kita saat beraktivitas. Biasanya, sakit kepala bisa muncul karena stres, kurang tidur, tubuh letih, atau tubuh mengalami dehidrasi. 

Umumnya juga, cara yang biasa dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit kepala ini adalah dengan beristirahat. Namun, sebuah penelitian di Inggris menunjukkan, bahwa tertawa mampu meningkatkan toleransi manusia terhadap rasa sakit.

Tertawa bisa sangat membantu, terutama ketika seseorang merasa sakit pada tubuh. Tawa yang sepenuh hati membuat otot jantung dan paru-paru bekerja keras dan menghasilkan hormon endorfin yang meredakan rasa sakit.

Ketika tingkat hormon endorfin naik, seseorang merasa lebih kebal terhadap rasa sakit dan mampu mengurangi rasa sakit sehingga seseorang merasa lebih baik.

Dan seorang ahli terapi humor yaitu Marianne Dolau, menyatakan, terapi humor ternyata berkhasiat menyembuhkan penyakit. Tertawa berhubungan dengan endorfin, yaitu hormon yang mempengaruhi kesehatan dan kestabilan emosi manusia.

“Apabila seseorang tertawa selama 15 menit sehari, ia dapat terhindar dari serangan sakit kepala,” jelas Dolau.

Tekanan darah bahkan dapat turun 10-20 poin setelah tertawa. Hal ini bisa terjadi karena saat tertawa banyak udara yang masuk ke paru-paru, sehingga pasokan oksigen ke otak juga tidak kurang. Akhirnya kepala terasa lebih segar dan enteng. Suara tawa seseorang juga bisa mengurangi ketegangan dan menyebarkan aura positif buat kolega di sekitar.