TREIndonesia

Sering Marah Malah Bikin Sulit Tidur

05 April 2021

Saat marah, memang pikiran jadi dipenuhi rasa benci dan pikiran buruk lainnya. Hal ini bisa membuat seseorang sulit tidur.

Tidur menjadi aktivitas utama di malam hari. Karena malam hari adalah waktu paling ideal untuk istirahat. Namun, beberapa orang malah ternyata tidak bisa memejamkan mata saat waktunya tidur. Kenapa, ya? 

Saat banyak emosi yang ada di kepala dan hati, tubuh tidak bisa merasakan kenyamanan dan dapat membuat seseorang mengalami insomnia. Padahal tubuh butuh istirahat tidur dengan kondisi nyaman dan santai, lepas dari segala stres. 

Kalaupun seseorang bisa tertidur, maka berisiko suka terbangun di malam hari dan membuatnya lemas, sehingga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh serta dapat mengantuk keesokan harinya yang dapat mengganggu aktivitas.

Hal ini dikarenakan saat tidur tubuh mengaktifkan fungsi fisiologis yang membuat seseorang siap untuk beraksi. Ketika terbangun di malam hari, maka bisa saja seseorang bisa menjadi semakin marah.

Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam Journal of Neuroscience, para ilmuwan menemukan, karena saat marah ada emosi negatif dalam tubuh yang dapat mempengaruhi kualitas tidurnya.

Meluapkan emosi dengan cara marah-marah atau memilih diam dan memendamnya, justru juga kurang baik. Saat marah, memang pikiran jadi dipenuhi rasa kesal, benci dan pikiran buruk lainnya. Sedangkan, orang yang tidur dengan perasaan bahagia memiliki tidur yang berkualitas.

Ada penelitian menemukan bahwa mereka yang melepaskan amarah lebih cepat tidur dengan nyenyak di malam hari. Ini menunjukkan bahwa tingkat kualitas tidur bisa dipengaruhi oleh suasana hati. 

Jadi, cara terbaik untuk mengatasi amarah adalah dengan mengubah perasaan menjadi positif. Dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit sebelum tidur, seseorang bisa melakukan hal-hal menyenangkan untuk melepaskan amarah.

“Tidur dalam keadaan marah membuat seseorang sulit menekan ingatan negatif. Maka dari itu, cobalah menyelesaikan semua masalah sebelum tidur. Usahakan untuk tidak tidur dalam keadaan marah,” kata Yunzhe Liu, Ph.D, mahasiswa ilmu saraf di University College London.