TREIndonesia

Stres Berkelanjutan Bisa Menyebabkan Sindrom Iritasi Usus

04 April 2021

Banyaknya beban pikiran (stres) membuat seseorang mengalami kelelahan baik fisik maupun pikiran. Tanpa disadari, stres terus menerus dapat memberikan efek buruk, yaitu yang paling retan adalah sistem pencernaan 'usus'.

Jika sering mengalami nyeri perut saat sedang cemas atau stres, bisa jadi disebabkan oleh sindrom iritasi usus. Sekitar 60% pasien sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS) juga mengalami gangguan psikologis. Rasa nyeri dari IBS umumnya disebabkan oleh kejang otot di usus. Gejala yang muncul pada tiap orang dapat berbeda-beda, demikian juga dengan tingkat keparahannya.

Umumnya gejala yang muncul, yakni:  

  • Nyeri atau sakit perut,

  • Rasa ketidaknyamanan, 

  • Diare, 

  • Sembelit,

  • Mual,

  • Kembung,

  • Kram perut,

  • Tubuh terasa lemas atau tidak bertenaga,

  • Nyeri punggung,

  • Sering buang angin,

  • Konstipasi,

  • Konsistensi tinja sering berubah, jadi lebih lunak, keras, atau berlendir.

Tapi sampai saat ini, peneliti masih belum bisa memastikan apa sebenarnya penyebab dari kondisi ini. Namun sebagian besar meyakini IBS mudah muncul ketika seseorang sedang mengalami stres. Pakar kesehatan, Dr Roger Henderson menjelaskan bahwa, stres dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar tanpa disadari oleh si pasien sebelumnya.

"Ada hubungan yang kompleks antara otak dan sistem pencernaan, akibatnya suasana hati bisa mempengaruhi perut secara tidak langsung."

Perut dan usus dilapisi oleh jutaan sel saraf yang mengontrol dan mengatur sistem pencernaan. Sel-sel saraf ini membantu menyampaikan pesan dari usus ke otak dan sebaliknya, sehingga kaitan antara keduanya pun makin kuat. Dan stres dapat mempengaruhi gerakan dan kontraksi saluran pencernaan. 

Dengan tindakan sederhana, dapat dilakukan untuk mencegah dan membantu meredakan gejala sindrom iritasi usus, adalah:

  • Mengelola stres

  • Berolahraga secara teratur

  • Mengatur kembali pola makan, yakni menambahkan banyak buah, sayur, gandum utuh, dan kacang-kacangan

  • Mengenali dan menghentikan konsumsi minuman atau makanan yang dapat menjadi pemicu kram usus, misalnya susu dan keju.

  • Tidak merokok.

Apapun penyebabnya, keluhan sakit perut sebaiknya tidak dibiarkan dan tetap harus diwaspadai.