TREIndonesia

Stres Bisa Menurunkan Berat Badan Lho...

01 November 2020

Kemungkinan yang paling sering terjadi adalah stres dapat meningkatkan berat badan karena hormon kortisol yang tinggi mempengaruhi kontrol diri sehingga memperkuat rasa ingin makan. Tapi, benarkah stres juga dapat menurunkan serat badan?

Tak hanya dapat menaikkan berat, stres juga dapat menurun berat badan seseorang. Pada kenyataannya, stres yang mengenai pikiran seringkali berakhir dengan memberikan efek buruk pada fisik. Biasanya kesehatan tubuh secara keseluruhan pun juga ikut terganggu.

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Experimental Physiology, penyebab perbedaan tersebut terjadi karena tubuh manusia memiliki respons yang berbeda terhadap stres psikologis. 

Ketika stres, tubuh akan mempersiapkan diri dengan melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Adrenalin mempersiapkan tubuh untuk aktivitas yang kuat, tetapi juga dapat meminimalkan keinginan untuk makan. Saat kortisol memberi sinyal bagi tubuh untuk sementara waktu menekan fungsi-fungsi yang tidak penting selama stres, termasuk respons sistem pencernaan, kekebalan, dan reproduksi.

Pakar kesehatan, Kathryn Moore dari Providence Saint John’s Child and Family Development Center menyebut, "Stres bisa membuat kita memprioritaskan hal lainnya dan akhirnya membuat kita seperti tidak lagi mementingkan makan."

“Stres membuat neurotransmitter atau hormon tertentu menjadi lebih aktif dan membuat kita cenderung mudah mual dan tidak memiliki nafsu makan,” sambung pakar kesehatan Vinh Nguyen dari Memorial Care Orange Coast Medical Center.

Selain stres yang menyebabkan berat badan turun, ada beberapa penyebab lainnya, yaitu:

• Gangguan hormon

• Penyakit kronis

• Penyakit saluran cerna

• Infeksi

• Kanker

• Penyakit gigi dan mulut, dan

• Efek samping obat-obatan

Cara mengatasi

Penurunan berat badan akibat stres bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Berikut, beberapa mengatasinya:

- Kenali tanda-tanda stres

Tanda-tanda dari stres dapat seperti kecemasan, mudah tersinggung, dan ketegangan otot.

- Hindari konsumsi makanan tertentu

Mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti gula, maupun makanan olahan, harus dihindari setiap saat karena sulit untuk dicerna, namun juga dapat meningkatkan kadar gula darah hingga memperparah stres.

- Tidur yang cukup

Tidur dengan kualitas dan kuantitas yang cukup dapat memiliki berbagai manfaat, termasuk bermanfaat memberikan pikiran yang jernih saat seseorang sedang menyelesaikan masalah.

- Olahraga ringan, seperti berjalan-jalan sejenak.

Selain mampu membakar kalori, berjalan dapat menurunkan kadar kortisol penyebab stres juga meningkatkan suasana hati kita.

- Latihan relaksasi

Metode ini dapat meningkatkan hormon yang membuat tubuh kita rileks.