TREIndonesia

Suka Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Saat Stres? Ternyata juga Dapat Memicu Kecemasan

21 March 2021

Stres dapat mempengaruhi tubuh dengan berbagai cara, termasuk makan manis. Tapi jika berlebihan akan memicu ketidakseimbangan pada senyawa otak dan ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan suasana hati bahkan depresi.

Beberapa makanan bisa terbukti dapat mengatasi atau membantu mengendalikan gejala-gejala stres atau kecemasan. Di sisi lain, sejumlah makanan tertentu terbukti dapat memperbesar atau memperparah gejala kecemasan. 

Kenapa bisa terjadi?

Rupanya, makanan yang mengandung gula dan mengalami pemrosesan biasanya dicerna dengan terlalu cepat pada tubuh. Hal ini membuat peningkatan insulin yang membuat tubuh menyimpan gula lebih banyak daripada membakarnya. Kondisi ini dapat menjangkau sistem saraf pusat dan mempengaruhi suasana hati. Hal ini yang lalu dapat memicu kecemasan yang lebih besar.

"Pola makan tinggi akan karbohidrat olahan dan lemak dapat menyebabkan kadar inflamasi secara keseluruhan yang tinggi di dalam tubuh," ungkap ahli penyakit dalam dan geriatri sekaligus salah satu pendiri Define Concierge Medicine Dr Daniel Devine.

Kemudian, ada juga sebuah penelitian membuktikan, bahwa gula lebih bisa membuat kita panik dan tertekan dibanding meredakan stres. Sejumlah dokter, ilmuwan, nutritionist, psikiater dan psikolog dalam event Food for The Brain menemukan adanya hubungan antara makanan dan kesehatan mental. 

Semakin gula darah tak terkontrol, nyatanya malah membuat mood kita juga tidak terkontrol dan akan mudah lapar, marah, putus asa dan tak bisa berpikir jernih. Makanan manis memang tak sepenuhnya meredakan stres yang kita alami. 

Mulai saat ini, kita harus lebih selektif pilih makanan untuk mengatasi stres atau kecemasan. Dan juga dapat melakukan beberapa perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup untuk membantu mengendalikan stres atau kecemasan secara alami.