TREIndonesia

Susah Terpisah dari Smartphone? Bisa jadi tanda-tanda nomophobia

24 December 2020

Tahukah kamu, jika seseorang merasa khawatir tanpa smartphone secara berlebihan dapat membuat seseorang mengalami gangguan mental?

Hampir setiap orang memiliki smartphone. Bahkan, ini menjadi gaya hidup tersendiri. Berbagai kemudahan bertukar informasi atau bersosialisasi dan juga sebagai sarana mencari hiburan. Tak jarang sebagian orang sangat bergantung pada smartphone.

Tak heran juga jika seseorang bisa merasa khawatir ketika kehilangan terpisah atau kehilangan smartphone. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa menggunakan smartphone terlalu berlebihan bisa membahayakan kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Kecanduan ponsel adalah suatu gangguan yang nyata ada. Para ahli menyebutkan dengan istilah "nomophobia". Nomophobia merupakan istilah yang diberikan kepada mereka yang mengalami kecemasan dan ketakutan ketika jauh atau terpisah dari smartphone. 

Sebuah survei terbaru menemukan bahwa 84 persen dari populasi dunia mengatakan, mereka tidak bisa pergi ke luar rumah tanpa ponsel. Studi ini juga menemukan bahwa, sebanyak 53% pengguna ponsel cenderung merasa cemas saat mereka kehilangan ponsel atau berada di luar jaringan internet. 

Apa saja yang menjadi tanda-tanda nomophobia?

Rata-rata pengguna ponsel mengecek ponsel mereka sebanyak 80 kali per hari. Selain itu, mereka juga akan menggeser layar dan mengklik sebanyak 2617 kali perhari. Berikut ciri-ciri nomophobia yang perlu diketahui:

  • Mengecek smartphone setiap saat, bahkan saat terbangun di malam hari dan bangun pagi.

  • Merasa tidak nyaman saat smartphone tidak berada di dekatnya, termasuk saat tidur.

  • Merasa cemas berlebihan pada saat kehabisan pulsa, kuota, dan baterai, atau kehilangan sinyal.

  • Menghindari interaksi sosial demi menghabiskan waktu dengan smartphone.

  • Penurunan performa kerja atau akademis akibat aktivitas menggunakan smartphone.

  • Panik saat tidak menemukan smartphone di dekatnya.

  • Sering merasakan getaran smartphone atau “phantom vibration” padahal tidak ada. Hal ini memancing pengguna selalu memeriksa handphone-nya.

Selain dampak psikologis, nomophobia ternyata juga bisa berdampak pada kondisi fisik dan sosial kita. Ada beberapa langkah untuk menghindari dari nomophobia, diantaranya:

  • Biasakan lakukan komunikasi langsung (face to face).

  • Lakukan batasan penggunaan smartphone di waktu-waktu tertentu.

  • Kunci ponsel dengan password yang sulit dan panjang.

  • Luangkan waktu untuk menekuni hobi.

  • Alihkan dengan quality time bersama keluarga, sahabat atau rekan kerja

  • Jika berhasil mengurangi frekuensi bermain handphone di hari pertama, lakukan lagi di hari-hari berikut dengan menambah waktunya.