TREIndonesia

Tanpa Disadari, Dampak Buruk Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

07 March 2021

Tanpa disadari, duduk berjam-jam dan secara berlebihan, media sosial mampu memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Ada 5 efek negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

Penggunaan media sosial dari tahun ke tahun semakin bertambah. Menurut data yang dipublikasikan We Are Social, perusahaan asal Inggris, pada Januari 2020, terungkap bahwa 175,4 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet dan 160 juta telah menggunakan medsos dari total 272,1 juta keseluruhan penduduk. 

Artinya, jika dipersentasekan, ada sekitar 59% jumlah penduduk Indonesia yang aktif menggunakan medsos. Media sosial sebagai wadah komunikasi yang memudahkan manusia bertukar informasi, baik berupa teks, gambar, maupun video. 

Di samping itu, dampak dari penggunaan media sosial sangat berpengaruh ke berbagai aspek termasuk kesehatan. Psikolog klinis Linda Setiawati menilai, penggunaan media sosial secara tidak tepat dan berlebihan dapat memberikan dampak negatif, baik fisik, psikologis, dan sosial. Berikut dampak negatif penggunaan media sosial, sebagai berikut:

  1. Kecanduan media sosial

Kriteria kecanduan seperti, penggunaan media sosial membuat seseorang mengabaikan kehidupan pribadi dan mempengaruhi suasana hati, seperti cemas dan gelisah saat berhenti menggunakannya.

  1. Hilangnya rasa percaya diri

Studi yang dilakukan peneliti dari Copenhagen University yang mengungkapkan fakta bahwa, banyak pengguna media sosial yang mengalami kecemburuan karena tidak seberuntung orang lain. Sehingga dapat menimbulkan keraguan pada diri sendiri.

  1. Masalah tidur

Hal ini disebabkan karena cahaya gadget menghambat produksi melanin, yaitu hormon tubuh yang berfungsi sebagai penanda waktu tidur dan menimbulkan rasa kantuk. 

  1. Munculnya kesepian

Sebuah studi yang dimuat American Journal of Epidemiologi pun mengungkapkan bahwa pengguna media sosial memiliki masalah terhadap kesejahteraan individu. Sehingga rasa kesepian menghampiri.

  1. Bisa menyebabkan depresi

Sering terjadi ketika seseorang membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain melalui via media sosial. Hal ini diungkapkan oleh studi dari Universitas Palo Alto, Amerika Serikat pada Oktober 2014 lalu. Jika terus berlanjut, perasaan kurang bahagia bisa berujung pada kecemasan dan depresi.