TREIndonesia

Ternyata Berpuasa Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh, Mental dan Emosional

25 April 2021

Umumnya, menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar, hawa nafsu, dan cenderung menjauhkan hal-hal negatif. Tapi tak hanya itu, berpuasa bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan juga bagi kesehatan mental dan emosional seseorang.

Studi berjudul Physiological changes during fasting in Ramadan menunjukkan, beberapa manfaat dari puasa. Saat berpuasa, jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.

Manfaat puasa dalam psikologis, yaitu ketika berpuasa tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membantu memperbaiki rasa cemas, menjaga suasana hati, hingga mengurangi stres. Saat seseorang lapar, tubuh melepaskan beberapa bahan kimia untuk melindungi otak, sehingga dapat meningkatkan mood seseorang. 

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa manfaat psikologis puasa di bulan Ramadhan, seperti:

  1. Memperbaiki suasana hati. Saat berpuasa, tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan sejumlah besar katekolamin yang membuat perasaan menjadi lebih baik. Katekolamin adalah sekelompok hormon untuk menanggapi perasaan stres, termasuk hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamine

  2. Meningkatkan kualitas tidur. Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat membuat tidur seseorang menjadi lebih baik, tanpa tiba-tiba terbangun di tengah malam. Kualitas tidur yang baik dapat menyebabkan suasana hati yang lebih baik juga.

  3. Menurunkan stress dan kecemasan. Saat berpuasa, otak memproduksi protein. Protein otak ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan anti-depressant, sehingga derajat kecemasan, stress, dan depresi menurun.

  4. Meningkatkan atensi dan konsentrasi. Puasa dapat membantu mengatur kadar glukosa dalam tubuh, sehingga kita menjadi lebih mudah dalam fokus dan mempertahankan konsentrasi serta perhatian dalam bekerja.

  5. Dapat meningkatkan rasa simpati. Ketika seseorang menahan haus dan lapar selama satu hari, maka secara tidak langsung meningkatkan simpati seseorang pada orang lain yang kekurangan makanan.

  6. Meningkatkan kemampuan pengendalian diri (Self-control). Selama berpuasa kita terlatih untuk menunda pemuasan segera dari rasa lapar dan haus, juga terlatih untuk mengendalikan diri dari berperilaku negatif.

  7. Meningkatkan hormon endorfin (hormon kebahagiaan). Dengan berpuasa, kita mencoba untuk berubah menjadi lebih baik lagi dan meningkatkan empati kita terhadap sesama dengan berbagi dan dapat memberikan dampak besar terhadap diri sendiri maupun orang lain.