TREIndonesia

Terobsesi Pola Makan Sehat. Awas Bahaya Orthorexia!

26 April 2021

Membiasakan pola hidup sehat, dengan menjalani pola makan dan olahraga secara teratur, itu sangat penting. Namun, terlalu obsesi menerapkan pola makan sehat, justru bisa membahayakan tubuh. Hal ini disebut dengan orthorexia.

Orthorexia nervosa atau orthorexia adalah gangguan makan yang melibatkan obsesi yang tidak sehat dengan makanan sehat. Ini tidak seperti gangguan makan lainnya, kebanyakan kasus orthorexia berfokus pada kualitas makanan, bukan kuantitasnya.

Meski secara teori kelihatannya sehat, tapi pengidap orthorexia biasanya jadi terlalu membatasi diri dan hanya memakan variasi makanan yang amat terbatas dan sangat rendah kalori, sehingga malah tidak sehat dan tidak dapat memenuhi kecukupan gizi seimbang.

"Orthorexia adalah perilaku di mana seseorang terlalu fokus untuk 'makan sehat'. Hal itu sering kali menyebabkan dia sangat membatasi jenis makanan yang akan dikonsumsi, karena takut makanan yang 'tidak bersih' atau 'tidak murni' masuk ke tubuh," jelas psikolog Dr. Kelsey M. Latimer, pendiri Hello Goodlife.

Sejumlah pakar menganggap orthorexia sebagai gangguan makan, meskipun belum bisa dikategorikan sebagai gangguan mental. Artinya, diagnosa orthorexia secara resmi oleh dokter sebagai gangguan pola makan memang belum ditentukan, namun bukan berarti tidak perlu diwaspadai.

Beberapa gejala dari gangguan orthorexia, seperti:

  • Terobsesi dengan kualitas makanan yang akan dikonsumsi, contohnya selalu memeriksa tabel nutrisi dan komposisi secara berlebihan. 

  • Memiliki pola makan yang kaku

  • Menjauhi jenis makanan tertentu, misalnya, makanan tinggi karbohidrat atau produk susu.

  • Selalu memikirkan apa yang harus dikonsumsi

  • Dapat berdampak ke kehidupan sosial, biasanya sulit dalam mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang melibatkan makanan, seperti pesta makan malam.

Secara psikologis, tentunya gangguan orthorexia dapat menimbulkan berbagai emosi negatif yang menimbulkan stres berlebih, dan cemas serta membuat pengidapnya menjadi terlalu terobsesi dengan pola makan sehat.

Untuk mengatasi gangguan ortorexia adalah dengan mengidentifikasi gejalanya yang memberikan efek negatif yang dialami, bisa dengan berbagai bentuk pelatihan relaksasi dan juga bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli lainnya.