TREIndonesia

Tetap Kendalikan Emotional Eating Saat Stres

28 March 2021

Saat seseorang sedang emosi, makanan biasanya dijadikan sebagai pengalih perhatian agar mendapatkan kenyamanan, bukan karena alasan rasa lapar. Lalu, bagaimana mengendalikannya?

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengatasi rasa marah atau emosi yang sedang dialami. Adakah diantara kamu melampiaskan emosi dengan cara makan banyak? Dalam medis, kebiasaan ini kerap disebut sebagai emotional eating, dimana dorongan untuk makan berlebihan yang biasanya dipicu oleh emosi yang tidak stabil. 

Makanan yang dikonsumsi saat emotional eating biasanya yang mengandung banyak kalori dan tinggi karbohidrat. Misalnya, es krim, biskuit, coklat, makanan ringan, kentang goreng, pizza, hamburger, dan lainnya.

Menurut laporan spesial Lose Weight and Keep It Off dari Harvard, kasus ini sering terjadi. Kenyataannya, ada beberapa wilayah di otak yang mendapat kebahagiaan dari makanan manis atau tinggi lemak.

Lantas, apa penyebabnya?

Emotional eating dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kekurangan zat gizi tertentu, fisik yang terlalu lelah dan ketergantungan pada satu jenis obat tertentu. Namun, yang sering dialami kebanyakan orang adalah karena merasa stress atau tertekan.

Ciri seseorang yang mengalami emotional eating adalah mengkonsumsi makanan pada saat sedang merasakan stres atau tertekan, dan umumnya mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang relatif banyak meskipun dirinya tidak merasakan lapar. 

Bagaimanapun juga, kebiasaan emotional eating bukan menjadi solusi yang baik dalam mengatasi stres atau perasaan negatif. Justru ini akan membuat kita menjadi stres karena kenaikan berat badan, hingga bisa menyebabkan penyakit kronis.

Terus, bagaimana cara mengendalikan emotional eating?

Cara terbaiknya adalah dengan mengalihkan perhatian selama lima menit dari makanan. Lalu, ganti dengan kegiatan lain seperti:

• Jalan-jalan sejenak keluar ruangan,

• Mendengarkan lagu,

• Membaca buku,

• Berbincang dengan teman,

• Beres-beres rumah,

• Olahraga, dsb.

Semakin banyak aktivitas yang kamu lakukan untuk mengalihkan perhatian, maka semakin mudah untuk mengatasi kebiasaan emotional eating. Namun, jika cara-cara tersebut belum berhasil, sebaiknya melakukan terapi dengan bantuan dari tenaga profesional dalam mengelola stres.