TREIndonesia

Tidak Bijak Dalam Bermedia Sosial Dapat Menimbulkan Depresi. Hati-hati….

17 April 2021

Penggunaan media sosial berlebihan dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental.  Benarkah? Lalu, apa kaitannya?

Keseharian kita mungkin sulit terlepas dari penggunaan media sosial, baik untuk kepentingan pekerjaan maupun kehidupan sosial. Media sosial hadir sebagai wadah komunikasi yang memudahkan manusia bertukar informasi, dan keberadaannya menjadi jembatan penghubung ke dunia luar yang lebih luas. 

Meski begitu, tidak sedikit juga yang belum menggunakannya dengan bijaksana sehingga dampak negatif media sosial masih sulit untuk dihindari. Sehingga media sosial kerap dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko depresi dan gangguan kecemasan. Kaitan antara depresi dan media sosial tidak hanya seputar tekanan sosial, kecenderungan pengguna sosial media membandingkan dirinya dengan keberhasilan yang dicapai orang lain.

Berbagai bukti kaitan antara depresi dan media sosial

Studi telah menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan media sosial adalah dengan terjadinya:

  • Depresi, 

  • Ansietas, 

  • Penurunan kualitas tidur, 

  • Penurunan rasa percaya diri, 

  • Kesulitan memusatkan perhatian, serta

  • Hiperaktivitas.

"Mereka yang berlebihan dalam memakai media sosial punya kesehatan mental yang buruk atau punya risiko depresi," jelas Sujarwoto, salah satu peneliti dan dua rekannya Adi Cilik Pierawan dan Gindo Tampubolon, yang dipublikasikan dalam International Journal of Mental Health and Addiction.

Penelitian berjudul "A Tool to Help or Harm? Online Social Media Use and Adult Mental Health in Indonesia" ini menganalisis variabel instrumental data dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014. Data itu didapat dengan mensurvei 22.423 orang yang berusia 20 tahun ke atas di 9987 rumah tangga dan 297 kabupaten di Indonesia.

"Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial membahayakan kesehatan mental orang dewasa; peningkatan satu standar deviasi dalam penggunaan media sosial oleh orang dewasa dikaitkan dengan peningkatan skor CES-D sebesar 9 persen," tulis peneliti dalam abstrak penelitian tersebut dalam Springer.

Selain itu, ada pula satu studi terbaru yang dipublikasikan di “Journal of Social Clinical Psychology” mengemukakan bahwa, ternyata ditemukan adanya hubungan kausal antara penggunaan media sosial dan dampak negatif terhadap kesejahteraan. Kondisi tersebut terutama dalam hal depresi dan rasa kesepian.

Untuk mengurangi dampak buruk dari media sosial ini, disarankan agar cerdas bermedia sosial. Tanamkan sikap kritis dan mencari tahu informasi agar tidak mudah terpengaruh dan pada akhirnya mempengaruhi kondisi kesehatan mental.