TREIndonesia

Usir Mood Negatif dengan Bernyanyi

11 February 2021

Bernyanyi dapat meningkatkan sirkulasi, meningkatkan asupan oksigen yang baik untuk tubuh dan otak. Bagaimana bisa terjadi dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya...

Bernyanyi adalah aktivitas menyenangkan dan mungkin hampir semua orang gemar bernyanyi, terlepas dari memiliki kemampuan bernyanyi atau tidak. Bernyanyi melibatkan berbagai area di otak, terutama bagian otak yang berperan dalam fungsi berbahasa, vokal, dan emosional. Tak hanya itu, bernyanyi juga melibatkan teknik pernapasan hingga irama jantung.

Bagaimana koordinasi otak dan tubuh ketika bernyanyi?

Tenaga fisik yang terlibat dalam bernyanyi akan mengisi paru-paru, kontrol yang kuat dari pita suara, gerakan mulut dan tubuh adalah salah satu alasan mengapa itu dapat meningkatkan suasana hati kita. Bernyanyi adalah salah satu bentuk latihan aerobik yang akan melepaskan endorfin, zat kimia 'rasa-enak' di otak, kata Baishali Mukherjee, penghubung regional Asia Tenggara untuk Federasi Terapi Musik Dunia.

"Endorfin terkait dengan perasaan kebahagiaan yang terangkat secara keseluruhan, itu memberi perasaan euforia sehingga semuanya terkait dengan berkurangnya stres. Dalam situasi apapun baik itu, di bawah tekanan atau (dengan) penyakit fisik, kekurangan psikologis, musik memiliki potensi untuk mempengaruhi tubuh dan pikiran kita".

Tak heran, jika bernyanyi dapat meningkatkan mood dan merespon faktor stres menjadi positif. Selain itu, tentu ada manfaat lain dari bernyanyi bagi kesehatan. Apa itu?

  1. Meningkatkan rasa percaya diri

Bernyanyi adalah salah satu kegiatan yang baik untuk mengekspresikan diri dan meluapkan emosi. Hal ini turut bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang ditambah dengan memiliki suara merdu.

  1. Menyingkirkan emosi negatif

Saat menyanyikan lagu bersemangat, hormon kebahagiaan atau endorfin dalam tubuh biasanya akan meningkat. Faktanya, orang yang bergabung dengan grup vokal atau paduan suara rupanya mengalami perbaikan kesehatan mental dan dapat tercegah dari gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas dalam sebuah penelitian.

  1. Melawan stress

Hal ini terbukti melalui sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol atau hormon stres dalam tubuh seseorang dapat menurun setelah bernyanyi.

  1. Mencegah demensia

Kegiatan bernyanyi dan memainkan alat musik ternyata dapat merangsang jaringan saraf otak untuk bekerja lebih aktif. Saat bernyanyi, otak akan menggali memori untuk melafalkan lirik dari lagu-lagu yang pernah didengar. Bagi penderita demensia, kesadaran bahwa mereka mampu mengingat dapat memberi harapan dan perasaan positif.

  1. Sebagai ajang untuk bersosialisasi

Jika memiliki kemampuan bernyanyi yang baik, coba ikuti kegiatan seperti paduan suara ataupun band. Tak hanya dapat menyalurkan bakat, kamu juga akan bertemu dengan orang-orang baru.