TREIndonesia

Yuk, baca tanda-tanda Self-harm dan cara mengatasinya...

06 November 2020

Entah untuk melampiaskan emosi atau mencari perhatian, jika itu tanda-tanda menyakiti diri sendiri (self-harm) maka lebih baik cari bantuan.

Self-harm masih dianggap tabu untuk dibicarakan. Self-harm adalah sebuah tindakan atau perilaku seseorang dalam menyakiti diri sendiri sebagai cara untuk mengatasi, mengungkapkan, atau mempertahankan diri dari keadaan yang sangat sulit. Menyakiti diri sendiri dapat dilakukan, seperti mencakar, memukul, menggigit, membenturkan kepala ke dinding, menarik rambut hingga menyayat tangan sendiri. 

Tindakan untuk melepaskan perasaan atau tekanan dalam dirinya sendiri dengan cara melukai fisiknya dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Mungkin sulit untuk mendeteksi orang yang suka melukai diri sendiri. Namun, jika ada tanda-tanda self-harm di bawah ini, kamu bisa menawarkan pertolongan:

  • Ada bekas luka dengan pola sama dan berulang.

  • Selalu muncul luka baru, goresan, memar, atau bekas gigitan.

  • Terdapat bekas luka bakar.

  • Sering membawa atau menyimpan benda tajam.

  • Selalu mengenakan lengan panjang atau celana panjang meski dalam situasi yang panas.

  • Ketika ditanya mengapa ada bekas luka atau memar, dia selalu mengatakan hal yang sama, misalnya terjatuh, terbentur, atau bentuk kecelakaan lainnya.

  • Tidak punya kerabat dekat dan suka menyendiri, 

  • Sering merasa tidak berharga dan mengunggah postingan keputusasaan.

  • Sering cemas, depresi, dan menunjukkan ketidakstabilan emosional.

  • Menyukai quotes-quotes yang bertemakan depresi.

Bagaimana cara menolongnya?

Orang yang melukai dirinya sendiri, biasanya merasa sangat malu, bersalah atau merasa begitu buruk sampai-sampai tidak berani membicarakannya. Kamu bisa menolongnya dengan:

  • Dorong untuk bercerita

Berikan dirinya ruang untuk menceritakan masalah atau perasaannya sebagai pendengar yang aktif. Pahami apa masalahnya dan coba tempatkan dirimu seolah-olah kamu berada di dalam posisinya. Katakan dengan nada yang ramah dan empati.

  • Jangan menghakimi

Hindari komentar yang menyinggung perasaannya.

  • Tawarkan bantuan, bukan ancaman

Tunjukkan kamu peduli dan khawatir dengan kondisinya, beritahukan kamu bersedia untuk membantunya.

Selanjutnya, kamu bisa mengajak dirinya untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli. Menurut Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, orang yang memiliki perilaku self-harm ini, sebaiknya menemui tenaga profesional untuk mencari tahu pemicu awal.

“Umumnya, pemicunya berupa trauma. Kalau tidak ditangani dengan tepat lewat terapi-terapi tertentu, trauma yang mendalam bisa berujung pada tindakan-tindakan negatif di kemudian hari, termasuk self-harm ini."

Selain itu, bisa dengan olahraga pelepas emosi, seperti boxing (tinju), jogging, bermain basket. Intinya, cari olahraga yang melelahkan. Setelah lelah, perasaan akan jauh lebih baik.