TREIndonesia

Yuk, Rangkul Emosi Negatif Agar Menjadi Tenang dan Lebih Positif

19 February 2021

Fokus sama solusi, jangan emosi. Jangan sampai kita berlarut-larut dalam emosi terutama emosi negatif, kita harus bisa mengendalikan emosi negatif menjadi emosi positif.

Emosi merupakan perasaan intens yang muncul dan disebabkan oleh bermacam kejadian. Emosi juga bisa berpengaruh terhadap keputusan seseorang dalam menentukan pilihan, bertindak dan membangun persepsi.

Secara umum emosi dapat digolongkan jadi dua jenis, yakni emosi positif dan emosi negatif. Seperti yang diketahui, emosi positif dapat berupa ekspresi kebahagiaan, kesenangan, dan keceriaan dan lainnya. 

Sedangkan sedih, marah, galau, dendam, benci, kecewa, frustasi, takut,termasuk emosi negatif. Emosi negatif bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Apabila seseorang bisa mengelola dan mengontrol emosi negatifnya maka ia akan lebih siap menghadapi situasi apa pun. Begitu pula sebaliknya.

Menurut Susan David, Psikolog dari Universitas Harvard, mengatakan bahwa masyarakat dan bahkan diri sendiri seringkali menghakimi emosi negatif sebagai suatu hal yang buruk. Saat emosi negatif menyapa, kita cenderung ingin mengusirnya dan cuek, berharap seakan-akan bisa hilang dengan sendirinya. 

Kebiasaan tersebut tentu bisa berdampak pada kemampuan ketahanan mental diri dalam menghadapi kejadian buruk. Ada beberapa cara yang telah dieksplorasi sebagai sarana untuk "menerima dan memproses" emosi negatif, dan teknik ini juga telah dikembangkan melalui penelitian oleh Ceri Sims, memiliki akronim: TEARS of HOPE.

  • T (Teach) - Mengajar dan belajar. Berarti merangkul kesadaran diri dan meningkatkan pengetahuan pribadi tentang tubuh dan pikiran. Cari tahu bagaimana mereka merespons stres dan keadaan emosional lainnya. 

  • E (Express) - Ekspresikan dan aktifkan pengalaman sensorik dalam diri. Hal ini guna mendorong rasa keterbukaan dan keingintahuan diri untuk meningkatkan penerimaan seseorang terhadap apa yang terjadi.

  • A (Accept)- Terima dan berteman. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk peningkatan kasih sayang dan toleransi diri sendiri terhadap emosi negatif. 

  • R (Re-appraise) - Menilai ulang. Seseorang dapat menggunakan pendekatan kognitif-perilaku untuk melihat sesuatu secara berbeda.

  • S (Social support) - Dukungan sosial. Ini dapat melibatkan praktik relaksasi yang dapat memperluas perasaan koneksi seseorang dengan orang lain dalam sebuah hubungan sosial.

  • H (Hedonic) - Kesehatan/kebahagiaan Hedonic. Penelitian menunjukkan bahwa akan sangat bermanfaat jika seseorang memiliki rasio emosi positif dan negatif 3 banding 1. Ini artinya seseorang harus menambahkan pengalaman positif dalam hidupnya, fokus pada ingatan bahagia dan rasa keberhasilan.

  • O (Observe) - Amati dan perhatikan. Cobalah untuk mempraktikkan perhatian terhadap hal-hal dalam kehidupan tanpa harus menghakimi.

  • P (Physiology Changes) - Fisiologi dan perubahan perilaku. Fokus pada relaksasi, latihan pernapasan, dan perawatan diri.

  • E (Eudaimonia) - Berusaha untuk mencapai tujuan dalam hidup.