Fascia: Jaringan dalam tubuh Menyimpan Stres - TRE Indonesia
Diskon up to 66% untuk pendaftaran seminar HARI INI !!
Stres

Mengenal Fascia: “Baju Ketat” di Bawah Kulit yang Menyimpan Memori Stres dan Mengunci Energi Anda

Mengenal Fascia: “Baju Ketat” di Bawah Kulit yang Menyimpan Memori Stres dan Mengunci Energi Anda

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents

    Pernahkah Anda menyentuh pundak Anda sendiri dan rasanya sekeras papan kayu? Atau mungkin Anda merasa tubuh “kaku” saat bangun pagi, seolah-olah Anda mengenakan baju yang ukurannya dua kali lebih kecil dari badan Anda?

    Selama puluhan tahun, fokus pemulihan hanya tertuju pada otot dan tulang. Namun, sains terbaru dan kebijaksanaan kuno kini bertemu pada satu titik yang sama: Fascia. Inilah jaringan yang menentukan apakah Anda hidup dalam kedamaian atau dalam tekanan yang terus-menerus.

     

    Lebih dari Sekadar Pembungkus Daging

    Fascia adalah jaringan ikat tipis namun sangat kuat yang membungkus setiap otot, saraf, tulang, dan organ tubuh kita. Bayangkan ia seperti jaring laba-laba raksasa yang menyambungkan ujung jempol kaki hingga ke puncak kepala.

    Dalam pandangan Simba, seorang pakar Internal Alchemy dan Fascia, jaringan ini memiliki dimensi yang jauh lebih dalam:

    “Fascia adalah arsitek sejati tubuh kita. Ia menghubungkan segalanya dalam satu kesatuan. Namun, ia juga berfungsi sebagai perpustakaan rasa. Setiap trauma yang tidak tuntas dan setiap emosi yang kita tekan, ia tidak hilang; ia menciut dan membeku di dalam serat-serat jaringan ikat kita.”

     

    Saat Stres Menjadi “Solid” dan Menciut

    Inilah rahasia yang jarang diketahui: Fascia Anda bereaksi langsung terhadap emosi. Penelitian dari Dr. Robert Schleip membuktikan bahwa saat Anda mengalami stres kronis, hormon stres membuat fascia secara fisik mengeras, mengering, dan menciut.

    Jika fascia sehat, ia seperti sutra yang licin dan basah. Namun, saat stres, ia menjadi seperti plastik pembungkus (cling wrap) yang dipanaskan: ia mengerut dan menjepit saraf serta otot di dalamnya. Inilah yang oleh Simba disebut sebagai fenomena tubuh yang menjadi “Solid”:

    “Kesehatan adalah aliran. Masalah terjadi saat tubuh kita menjadi solid (kaku). Anda tidak bisa memiliki pikiran yang luas di dalam wadah yang sempit. Jika fascia Anda menjepit, napas Anda akan pendek, dan pikiran Anda akan selalu merasa terancam.”

     

    Mengapa Pijat Biasa Seringkali Gagal?

    Banyak orang mencoba menyelesaikan kekakuan ini dengan pijat keras atau obat pereda nyeri. Namun, jika “perpustakaan rasa” di dalam fascia belum dibersihkan, kekakuan itu akan selalu kembali. Pijat konvensional seringkali hanya menyentuh lapisan otot, sementara ketegangan sejati bersembunyi di lapisan fascia yang lebih dalam.

    Strateginya bukan dengan tekanan kasar, melainkan dengan mencairkan (fluidity) kembali jaringan tersebut. Saat fascia kembali lentur dan terhidrasi (basah), ia berhenti menjepit saraf. Tiba-tiba, pikiran yang tadinya semrawut menjadi jernih, hanya karena “wadah”-nya sudah kembali longgar.

     

    Internal Alchemy: Menyetrika “Baju” yang Kusut

    Di sinilah pendekatan unik dari Simba melalui Internal Alchemy menjadi relevan. Simba memahami bahwa untuk melepaskan stres menahun, kita harus bekerja sama dengan arsitektur fascia ini.

    Melalui gerakan spesifik, olah napas, dan pemanfaatan getaran tubuh (TRE), Simba membantu Anda untuk “menyetrika” kembali fascia yang kusut tersebut. Saat fascia melentur, ruang di dalam tubuh Anda kembali terbuka. Saraf-saraf yang tadinya terjepit mulai bisa “bernapas” lagi, dan secara instan, beban mental yang Anda pikul terasa jauh lebih ringan.

    Dalam dunia pemulihan somatik, sosok Simba Stenqvist dikenal sebagai ahli yang mampu “membaca” tubuh melampaui apa yang terlihat oleh mata. Beliau bukan sekadar praktisi anatomi, melainkan seorang kurator Internal Alchemy yang memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap serat jaringan ikat (fascia) menyimpan jejak perjalanan hidup manusia.

    Keahlian utama Simba terletak pada kemampuannya menyatukan dua dunia: sains jaringan tubuh modern dan kebijaksanaan energi kuno. Beliau memahami bahwa tubuh manusia adalah sebuah ekosistem yang cair. Bagi Simba, memulihkan kelenturan fascia adalah bentuk tertinggi dari penghormatan terhadap diri sendiri—sebuah seni untuk mengembalikan manusia ke fitrahnya yang paling cair, kuat, dan penuh aliran energi murni.

     

    Kesimpulan: Tubuh Anda Adalah Sebuah “Wadah”

    Stres bukan hanya ide di kepala Anda; ia adalah beban fisik yang mengubah bentuk jaringan tubuh Anda. Memperbaiki pikiran tanpa memperbaiki “wadahnya” (Fascia) adalah pekerjaan yang sia-sia.

    Share :

    Artikel Populer

    Kenali 5 Respon Tubuh Terhadap Stres dan Cara Mengatasinya dengan Teknik TRE

    Stres

    5 Gerakan yang Bisa Melepas Stres

    Stres

    Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Penyakit Fisik (Psikosomatis)?

    Stres

    Stress Bikin Nafsu Makan Berantakan? Kok Bisa?

    Asam Lambung / GerdStres

    Temukan Layanan TRE yang Sesuai untuk Anda

    Jelajahi berbagai pilihan layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi Anda dengan fleksibel.

    Scroll to Top